Riki Ramdhani “Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).

Warm Boot dan Soft Boot

Warm Boot dan Soft Boot

Saat Anda sedang melakukan proses booting pada ponsel, laptop atau komputer tentu Anda akan melihat adanya logo yang ada di dalam brand tersebut atau nampak pada sistem operasi yang sedang digunakan.

Bagi sebagian orang yang tidak memahami dunia teknologi pasti akan mengira jika hal ini hanya menunjukkan brand produk, nah tapi apakah Anda memahami jika proses tersebut merupakan proses booting?

Di dalam proses ini, ternyata ada dua jenis booting pada komputer yaitu Warm Boot serta Soft Boot.

Untuk Anda yang ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang dunia komputer, maka wajib sekali untuk mengetahui perbedaan pada dua proses ini. Langsung saja, berikut perbedaannya.

 

Perbedaan Warn Boot dan Soft Boot

Ada beberapa hal yang bisa kalian pelajari untuk mengetahu warm boot ataupun juga soft boot, diantarannya adalah 5 hal yang paling penting berikut ini :

 

1. Perbedaan dari sisi Pengertian

Warn Boot dan Soft Boot

Perbedaan pertama terletak dari istilahnya. Warm Booting dalam arti luas yaitu proses untuk menghidupkan komputer, laptop atau smartphone hingga hidup.

Di sisi lain, Soft Boot dalam artian luas yaitu sebuah proses untuk menyalakan komputer, laptop bahkan smartphone dalam keadaan mati.

Soft Boot ini berarti menyalakan komputer dalam keadaan mati. Keadaan mati yang dimaksud yaitu keadaan yang tidak dialiri listrik.

 

2. Perbedaan dalam Proses Booting

Booting

Dalam hal ini keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas. Untuk proses Warm Boot yaitu sebuah proses yang terjadi dengan tidak melibatkan tombol power.

Mengenai proses bootingnya terjadi di dal sistem sendiri atau dengan menggunakan tombol lain seperti reset misalnya. Dengan adanya hal ini, maka boot bisa dilakukan tanpa perlu menggunakan tombol daya.

Di sisi lain, Soft Boot ini terjadi dengan menekan tombol power yang ada di CPU, laptop atau smartphone. Mengenai tombolnya bisa ditekan sekali saja, atau bisa juga beberapa kali hingga menyela.

 

3. Perbedaan pada bagian Fungsi

Perbedaan pada bagian Fungsi

Sudah pasti jika warm boot dan soft boot memiliki fungsi tersendiri yang ada di dalam sebuah perangkat. Fungsi dari warm boot ini akan sangat terasa saat perangkat sedang hang, error atau terkena masalah lain.

Dengan demikian, maka sistem yang ada di dalam komputer bisa diulang kembali sampai bisa digunakan menjadi normal.

Di sisi lain, fungsi dari soft boot ini untuk menyalakan proses booting saat semua perangkat sudah dialiri listrik. Hal ini dapat terjadi di dalam perangkat yang dihidupkan oleh pengguna.

 

4. Perbedaan pada Jumlah Pemakaian

Soft Boot

Terkait dengan frekuensi pemakaian, warm boot dan juga soft boot juga memiliki perbedaan.

Mengenai warm boot, jumlah pemakainnya tidak terlalu banyak dan bisa dilakukan pada beberapa momen tertentu saja. Misalnya saat melakukan uninstal program. Error atau hang dan berbagai masalah lainnya.

Di sisi lain soft boot ini jumlah pemakainnya sangat sering, misalnya saat menghidupkan perangkat. Hal ini karena untuk menyalakan sebuah perangkat dibutuhkan tombol power. Jika tidak ada tombol power maka perangkat tidak bisa dihudupkan.

 

5. Perbedaan pada Aliran Listrik

Warm Boot dan Soft Boot

Jika melihat pada bagian aliran listrik, baik warm boot ataupun soft boot juga memiliki perbedaan. Untuk warm boot, baik saat booting awal atau akhir ternyata semua komponen seolah-olah sedang mati, padahal kenyataannya komponen tersebit berjalan seperti biasanya.

Sebaliknya, untuk soft boot, baik saat booting awal atau akhir maka semua perangkat akan dimatikan. Meskpun aliran listrik masih ada, namun mesinnya sudah dalam posisi maru.

Dengan demikian, maka saat proses booting sudah selesai, maka bisa langsung mencabut aliran listriknya.

Warm boot dan soft boot keduanya sangat penting dalam proses booting.Untuk itu, sebagai pengguna sebaiknya Anda juga memahami perbedaan dari kedua hal tersebut.

Riki Ramdhani “Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *